Senin, 19 Maret 2012

             Permintaan Bahan Bangunan Di Palu Meningkat

           Permintaan masyarakat terhadap bahan bangunan khususnya semen dan besi beton di Palu, Sulawesi Tengah, dalam tiga bulan terakhir ini meningkat dibandingkan.

      Kepala Seksi Usaha dan Prasana Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Sulteng, Rudi Zulkarnain di Palu, Rabu, mengatakan permintaan masyarakat akan bahan bangunan tiga bulan ini sangat luar biasa.
Sampai beberapa kali stok semen di tingkat pengecer dan distributor, kata Rudi sempat kosong.

         Meningkatkan permintaan, erat kaitanya dengan banyaknya pekerjaan fisik proyek-proyek pemerintah dan juga pembangunan ruko dan hotel.

       Di Kota Palu saat ini sedang dibangun beberapa hotel berbintang dan juga ruko-ruko yang tentunya membutuhkan bahan bangunan dalam jumlah besar.

        Palu pada pertengahan Februari 2012 sempat dilanda kelangkaan semen, akibat tingginya permintaan, sementara stok terbatas.

       Harga semen di tingkat pengecer saat ini terbilang masih tinggi. Untuk semen Tonasa dijual pengecer Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per zak.

       Semen merek Tiga Roda Rp65 ribu sampai Rp68 ribu per zak dan semen Bosowa Rp62.500 sampai Rp65 ribu per zak. (es/ES/bd-ant)

Minggu, 18 Maret 2012

Pengujian Kontruksi Beton

                Pengujian Kontruksi Beton

Batam, 14 Maret 2012.
Karyawan Semen Bosowa Indonesia mengikuti training pengujian kontruksi beton yang dipandu langsung oleh Bapak Haspiadi Selaku Supervisor Beton di Semen Bosowa Maros dan di dampingi sama Bapak Yaseer Yusup.
Para peserta khususnya staf, supervisor beserta head di Dept Quality Assurance menyebutkan training ini sangat bagus dan bermanfaat sekali guna untuk kedepan kemajuan PT. Semen Bosowa Indonesia. adapun dari training tersebut bisa terlihat dari praktek langsung cara pembuatan beton yang sempurna.

Gandeng CTI Group Tingkatkan Produksi Semen

       Gandeng CTI Group Tingkatkan Produksi Semen

Jakarta – Bosowa Corporation menggandeng CTI Group Inc untuk mengembangkan bisnis semen Bosowa. Tahap awal kerjasama ini diawali dengan penempatan investasi secara bertahap pada PT Semen Batam, pabrik penggilingan semen yang dimiliki Bosowa Corporation.
Menurut Managing Director Bosowa Corporation Sadikin Aksa, perjanjian kerjasama ini difasilitasi oleh Arqaam Capital, sebuah lembaga yang bertindak sebagai financial advisor bagi CTI. Dengan adanya kerjasama ini, CTI menjadi investor timur tengah pertama di industri semen Indonesia.
“CTI merupakan trader semen dan clinker terbesar di kawasan teluk dan berbasis di Yordania. Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing Semen Batam,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (12/3/2010).
Ia mengatakan, saat ini kapasitas produksi Semen Batam mencapai 1,2 juta ton per tahun memasok kebutuhan dalam dan luar negeri. Sadikin menambahkan, Bosowa melihat transaksi kerja sama ini dapat mensinergikan utilisasi perusahaan sehingga mempunyai daya saing yang kuat khususnya untuk Batam dan di tingkat regional.
Menurutnya, kerjasama ini juga merupakan langkah awal atas rencana korporasi Bosowa yang akan melepas 20% sahamnya di PT Semen Batam ke pasar modal. Nilai perusahaan Semen Batam diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.
Sementara itu, Chief Executive Officer CTI Mazen M. Djajani mengatakan, investasi ini merupakan rencana strategis CTI untuk mengembangkan diversifikasi di industri semen yang akan memperkuat bisnis inti di perdagangan semen, klinker serta transportasi.
Djajani menambahkan, selama ini Arqaam Capital telah memfasilitasi CTI untuk menggali berbagai kemungkinan pengembangan bisnisnya.
“Keunggulan Arqaam dalam penanganan berbagai transaksi lintas regional seperti restructuring, menjadi dasar atas keberhasilan kerjasama ini,” katanya.

Kamis, 15 Maret 2012

Bosowa mulai membangun pabrik di Balikpapan


Mulai bangun pabrik di Balikpapan

BALIKPAPAN: Bosowa Corporation, melalui anak perusahaannya  PT Sarana Teluk Sumber,  memulai pembangunan pabrik pengepakan semen di Balikpapan berkapasitas 30.000 ton per bulan dengan nilai investasi mencapai Rp100 miliar.
Pembangunan pabrik ini merupakan pabrik kedua yang dibangun di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah fasilitas serupa di Samarinda. Pabrik ini akan menambah pangsa pasar Bosowa di Kaltim yang sebelumnya 17% – 20% menjadi 35%. Marketing PT Semen Bosowa Maros Rasdi Nasarudin mengatakan kebutuhan semen di Kaltim pada 2012 diperkirakan minimal 1,9 juta ton.
“Kami rasa dengan market share tersebut sudah cukup untuk Kaltim,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, hari ini.
Lebih lanjut, Rasdi mengungkapkan pabrik di Samarinda akan mengkover area Kaltim bagian utara. Sementara pabrik di Balikpapan akan melayani kebutuhan di wilayah selatan Kaltim.
Adanya pabrik ini baru bisa memenuhi 75% kebutuhan semen di Kaltim yang sempat menyebabkan harganya melonjak. Rasdi berpendapat adanya pabrik ini dirasa cukup untuk mengerem fluktuasi harga semen dan menjamin ketersediaan stok.
Pabrik di Balikpapan dibangun di wilayah Somber dengan luas lahan mencapai 1 hektar. Rasdi mengatakan nilai investasi sebesar Rp100 miliar itu sudah termasuk untuk pembebasan lahan.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sempat meminta kepada manajemen Semen Bosowa untuk membangun pabrik di Kaltim. Ketika itu Awang berkata pabrik yang dibangun bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok semen di Kaltim.
Sementara itu, Pemilik Balikpapan Ready Mix Roy Nirwan mengatakan pembangunan pabrik pengepakan semen akan memotong distribusi darat yang selama ini terpusat dari Samarinda.
“Ini akan menjaga harga semen di Balikpapan yang melonjak hingga dua kali lipat di akhir tahun,” ujarnya.
Dia juga menambahkan ongkos distribusi semen mengambil porsi 60% dari harga semen. Hal ini yang cukup mempengaruhi fluktuasi harga semen karena belum ada pabrik pembuatan semen di Kaltim.
Asisten II Setdakot Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan pembangunan pabrik pengepakan akan mengurangi naiknya harga semen pada akhir tahun. “Trennya seperti itu karena akhir tahun biasanya proyek dikebut akhir tahun,”ujarnya.
Selain Bosowa, PT Semen Gresik Tbk juga berencana untuk membangun pabrik pengepakan di Balikpapan. Namun, pembangunannya masih menunggu pengesahan rencana tata ruang dan tata wilayah Balikpapan karena ada beberapa lahan yang belum diubah peruntukannya. Pemkot Balikpapan menargetkan pengesahan RTRW bisa dilakukan pada akhir Februari 2012. (api)

Bosowa akan membangun 3 pabrik baru di pulau jawa


bangun 3 pabrik semen baru di pulau jawa

     Jejak bisnis semen Bosowa Group tampaknya akan semakin kokoh di Pulau Jawa dengan rencana kehadiran tiga pabrik barunya dalam waktu dekat.
Ketiga pabrik tersebut, salah satunya, bakal dibangun di Banyuwangi, Jawa Timur. Dua pabrik lainnya dioperasikan di Rembang (Jawa Tengah) dan di Cilegon (Banten).
Menurut Erwin Aksa, CEO Bosowa Group, pembangunan tiga pabrik baru dengan kapasitas produksi mencapai 7 juta semen per tahunnya itu, erat kaitannya dengan ambisi bisnis kelompok usahanya yang ingin meningkatkan pangsa pasar Bosowa Group di bisnis semen, khususnya di Pulau Jawa. Bosowa Group berencana meraih 5 persen pangsa pasar semen di Pulau Jawa.
Ditambahkan, Bosowa Group sebelumnya telah membangun pabrik semen yang baru di Maros, Sulawesi Selatan dengan nilai investasi mencapai US$ 200 juta.
Tahun 2011 silam, secara nasional, Bosowa Group menguasai 7 persen pangsa pasar bisnis semen di Indonesia. Pada periode yang sama, Bosowa Group tercatat memproduksi 3,2 juta ton semen dengan merek Bosowa. (BB/Luki)

Selasa, 13 Maret 2012

PSM dan Bosowa Tandatangani MoU


PSM dan Bosowa Tandatangani MoU

Kategori : OLAHRAGA


SESI.COM - PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PT PSM) bersama PT Semen Bosowa menandatangi nota kesepahaman (MoU) untuk menghadapi musim kompetisi 2011/2012.

Penandatanganan MoU itu dilakukan Chief Executif Officer (CEO) PT Paggolona Sulawesi Mandiri sekaligus bertindak pengelola klub PSM Rully Habibie dengan Direktur PT Semen Bosowa Indonesia Subhan Aksa.

Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan CEO PT Liga Prima Indonesia Widjajanto, Ketua Umum PSM Ilham Arief Sirajuddin serta jajaran manajemen PSM dan PT Bosowa di Kantor Balaikota Makassar, Sabtu.

"Saya harap penandatanganan MOU antara PT Semen Bosowa dengan PT PSM dapat memberikan kepastian dan jaminan kepada para pemain, pengelola dan suporter", kata Ilham yang juga Wali Kota Makassar tersebut.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu juga menyatakan terima kasihnya atas perhatian dan kerjasama PT Bosowa yang tetap berminat menjadii sponsor bagi tim Juku Eja-julukan PSM Makassar.

Sementara Direktur PT Bosowa Indonesia Subhan Aksa menjelaskan, dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani tersebut belum menetapkan berapa nominal yang akan diberikan pihaknya kepada PSM.

Adapun maksud penandatangan MoU, kata Subhan, masih sebatas jaminan guna memberi rasa nyaman kepada manajemen PSM, suporter serta seluruh publik sepakbola pecinta PSM. Meski demikian, pihaknya akan tetap memberi kontribusi untuk PSM Makassar.

Selain itu, pihaknya juga meminta jaminan agar pada pertandingan nanti bisa berjalan normal sehingga pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"Soal berapa nilai sponsor kami, belum ada keputusan. Hal itu masih akan dibicarakan lagi dengan manajemen PSM. Saat ini kami masih tandatangan MoU saja untuk memberi kepastian dan rasa nyaman kepada publik sepakbola PSM," katanya.(1wn/Ant)

Investor Yordania Tanamkan Modal di Semen Batam





Investor Yordania Tanamkan Modal di Semen Batam


JAKARTA--CTI Group Inc (CTI) dan Bosowa Corporation (Bosowa) menjalin kerja sama pengembangan bisnis semen dengan cara mengucurkan investasi secara bertahap ke PT Semen Batam yang dimiliki Bosowa. Perjanjian kerja sama itu diteken di Jakarta, Kamis (11/3). CTI akan menginvestasikan dananya ke pabrik penggilingan semen milik Bosowa itu. Perjanjian ini difasilitasi oleh Arqaam Capital, sebuah lembaga yang bertindak sebagai financial advisor bagi CTI. Dengan kerja sama ini, CTI menjadi investor Timur Tengah pertama di industri semen Indonesia. ''Kerja sama ini akan menjadi tonggak perjalanan bisnis Semen Batam dan bisnis semen Bosowa pada umumnya. Keunggulan CTI, yang merupakan trader semen dan clinker terbesar di kawasan teluk dan berbasis di Yordania, diyakini akan meningkatkan daya saing Semen Batam,'' ujar Managing Director, Bosowa Corporation, Sadikin Aksa, usai penandatanganan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika. Saat ini Semen Batam memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta ton per tahun. Sadikin percaya kerja sama ini dapat menyinergikan utilisasi perusahaan sehingga mempunyai daya saing yang kuat khususnya untuk Batam dan di tingkat regional. Dengan demikian ke depan Bosowa Corp diharapkan dapat memiliki keunggulan untuk menjadi pemain semen global seiring dengan tren peningkatan konsumsi semen dunia yang rata-rata mencapai 5 persen. Kerja sama ini juga merupakan langkah awal atas rencana korporasi Bosowa yang akan melepas 20 persen sahamnya di PT Semen Batam melalui pasar modal. Nilai perusahaan Semen Batam diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.

Semen Bosowa Targetkan Penjualan Naik 10%



Semen Bosowa Targetkan Penjualan Naik 10%


Peningkatan target pertumbuhan penjualan semen tahun ini didukung oleh penambahan belanja negara untuk infrastruktur dan proyek-proyek swasta. (IFT/STANLIE)
JAKARTA (IFT) - PT Semen Bosowa menargetkan penjualan tahun ini naik 10% dibandingkan penjualan di 2010 sebesar 2,6 juta ton. Target pertumbuhan penjualan tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar 8%. Erwin Aksa, Presiden Direktur Bosowa, mengatakan peningkatan target pertumbuhan penjualan perusahaan tahun ini didukung oleh penambahan belanja negara untuk infrastruktur dan proyek-proyek swasta.


Rabu, 07 Maret 2012

Data PT Semen Bosowa (Fiktif)


Pena Jurnalis Maros– Kepala Seksi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Maros  Sul-Sel  Marthen Simon Kamis (28/10/10).segala bentuk laporan PT Semen Bosowa  di duga fiktif, pasalnya laporan yang diberikan tiap tahun tidak pernah berubah, hal itu mungkin dilakukan  untuk menghindari  fajak restribusi ke pemerintah Daerah maros.
Data yang dihimpun Marten, berdasarkan laporan triwulan PT Semen Bosowa pada tahun 2010, untuk pengambilan bahang baku semem seperti batu Gamping  tiap per teriwulan sebanyak  151.000 ton, untuk tana liat sebanyat 37.000 ton per triwulangnya. Restribusi yang harus dibayar PT semen Bosowa ke Pemerintah Daerah Maros per satu ton Rp 2000 x 188.000 = Rp 376.000.000/ triwulan. “jelasnya’.
Marten menambahkan,    impormansi yang kami dapatkan  dilpangan pengambilan Batu Gamping sebanyak 7500 ton per 10 jam, untuk tana liat sekitar 5000 ton/10 jam dan beroperasi  selama 24 jam / bulan. Jadi pajak yang harus dibayar pihak PT semen Bosowa Rp. 360.000/bulan.
Restribusi yang diterimah pihak pengelolah PAD Kabupaten Maros sebesar 400-500 juta/ triwulan.yang seharusnya dibayar untuk restribusi Rp.1.080.000.000/triwulan. PAD untuk restribusi pajak PT semen Bosowa kurang lebi Rp.4.000.000.000/tahun “tandasnya” (Asmal)

Semen Batam IPO di Kuartal II/2010





JAKARTA (13 Januari 2010) – Anak usaha Bosowa Group,
PT Semen Batam berencana melepas 30% saham melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada kuartal II/2010.


Perseroan saat ini tengah menjajaki penjamin emisi (underwriter) untuk penawaran saham tersebut. “Target IPO-nya sekitar Rp200- 300 miliar,”ujar Chairman Bosowa Group yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa di Jakarta kemarin. Menurut Erwin, penunjukan underwriter kemungkinan dilakukan pada Maret 2010.  


Sejalan dengan persiapan IPO,Semen Batam juga sedang menjajaki mitra strategis dari Singapura untuk mengembangkan perusahaan.Perseroan juga membuka opsi masuknya investor strategis dari Dubai.“Ada Investor Dubai yang sudah menyatakan tertarik membeli 30% saham Semen Batam.Kami akan pertimbangkan sebab investor ini bergerak di bidang perdagangan dan perkapalan,”tuturnya.


Jika menilik nilai perusahaan (enterprise value) Semen Batam yang mencapai Rp600 miliar,maka Bosowa akan meraup dana sekitar Rp360 miliar, yaitu sebesar Rp180 miliar dari pelepasan 30% saham ke investor Dubai dan serta Rp180 miliar dari IPO. Semen Batam memiliki pabrik penggilingan semen di Kampung Baru, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.


Pabrik ini berkapasitas 1,2 juta ton per tahun dan dilengkapi pelabuhan bongkar muat dengan panjang dermaga 150 meter yang mampu disandari kapal laut sebesar 30.000 ton.Pabrik ini juga memiliki dua fasilitas bulk loading dan dua alat pengepakan yang mampu memproduksi 2.500 ton per hari.


Selain Riau, perseroan memasarkan produknya ke Jambi, Palembang, dan Pontianak. Semen Batam menguasai 50% pangsa pasar semen di Pulau Batam sebesar 480.000 ton per tahun. Menurut Erwin,dengan rencana IPO Semen Batam itu,maka Bosowa Grup membatalkan rencana pelepasan saham publik anak usaha lainnya,Semen Bosowa.


Selanjutnya, pihaknya melakukan restrukturisasi keuangan Semen Bosowa serta melengkapinya dengan fasilitas pembangkit listrik, untuk menyuplai pasokan listrik di pabrik semen dan untuk dijual ke PLN.Untuk pembangkit listrik di pabrik Semen Bosowa, kebutuhan pendanaan mencapai sebesar USD45 juta, serta yang akan dipasok untuk PLN sebesar USD200 juta. Semen Bosowa sudah mendapatkan komitmen pembiayaan dari bank dalam negeri sebesar USD50 juta dan dari bank asal China sebesar USD150 juta.

Bosowa Corporation

                






                        Bosowa Corporation adalah sebuah Perusahaan dari Indonesia Timur dan telah berada selama 35 tahun. Ide untuk pembentukan Perusahaan adalah keinginan sang pendiri, Bpk. HM Aksa Mahmud untuk dapat memiliki sebuah sepeda motor, yang ketika itu tidak banyak dimiiliki orang. Beliau medirikan sebuah perusahaan jasa perdagangan dengan harapan agar mendapatkan dana cukup untuk memenuhi impian sederhananya. Sebagai seorang yang memiliki karakter santun dan dengan jaringan bisnis yang luas di Sulawesi Selatan, beliau ditawari sebagai penyalur sebuah merek kendaraan Jepang untuk kawasan Indonesia timur, dan hal ini merupakan dobrakan besar terhadap impiannya. Kini tidak hanya keinginannya untuk memperoleh sepeda motor terpenuhi, tetapi hal yang juga mengejutkan beliau ialah Bosowa tidak hanya telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah Perusahaan terkemuka dari Indonesia timur, tetapi juga menjadi sebuah Perusahaan utama di antara Perusahaan-perusahaan di Tanah Air.